There is beauty in simplicity

Saturday, 8 October 2016

Laporan Praktikum Uji Makanan

Laporan Praktikum
“Uji Makanan”


A.Tujuan
Membuktikan adanya kandungan zat makanan dalam bahan-bahan makanan.

B. Landasan Teori

1.  Protein
Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur C, H, O dan kadang-kadang mengandung unsur S dan P (belerang dan fosfor). Jenis protein ada dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani antara lain berasal dari ikan, susu, daging, telur dan lain-lain, sedangkan protein nabati diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan juga sayuran. Protein hewani lebih baik daripada protein nabati karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, baik macam dan jumlahnya, sehingga disebut protein yang sempurna.
Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kebutuhannya berbeda-beda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi kesehatan, iklim, dan lain-lain.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan proteindengan cara meneteskan larutan biuret. Jika larutan ada cicin ungu berarti larutan mengandung protein. Pada dasarnya protein memiliki fungsi di dalam tubuh, antara lain:
a.    Menghasilkan energi dan kalori, kalori yang dihasilkan dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori;
b.    Sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak;
c.     Untuk membantu pertumbuhan tubuh;
d.    Sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga keseimbangan asam dan basa;
e.    Dapat membentuk enzim, hormon, dan pigmen;
f.     Membantu proses metabolisme tubuh.

2.  Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, O (karbon, hidrogen, dan oksigen) dan kadang-kadang P dan N (fosfor dan nitrogen). Lemak tidak dapat larut alam air, melainkan larut dalam kloroform, eter, dan minyak tanah. Sumber lemak bisa berasal dari tumbuhan yang disebut lemak nabati. Lemak nabati bisa diperoleh dari makanan, antara lain kelapa, minyak kelapa, kacang-kacangan, kedelai, avokad, zaitun, dan lain-lain. Sedangkan lemak hewani bisa diperoleh dari daging, susu, mentega, telur, ikan, dan sebagainya.
Kebutuhan lemak setiap hari untuk seseorang kurang lebih 1 gram setiap kilogram berat badan.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan lemak dalam makanan dapat di uji dengan kertas buram, jika setelah kertas kering terdapat noda transparan maka dapat dikatakan makanan yang di uji mengandung lemak. Lemak mempunyai peran, antara lain:
a.    Untuk menghasilkan kalori atau energi, bahkan energi yang dihasilkan lemak lebih tinggi dibandingkan karbohidrat;
b.    Sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain, vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain vitamin A, D, E dan K;
c.     Untuk membangun bagian-bagian tertentu dari sel. Bagian sel yang tersusun dari lemak adalah membran sel;
d.    Dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah;
e.    Sebagai bantalan lemak dan pelindung organ dalam, misalnya jantung dan lambung.


3.  Glukosa

                        Glukosa merupakan bentuk karbohidrat paling sedehana dengan rumus kimia C6H12O6. Glukosa merupakan sumber energi instan karena siap diasimilasikan dalam tubuh dan menyediakan energi dengan cepat. Oksidasi glukosa selama respirasi menghasilkan berbagaikegiatan metabolik .

C6H12O6 + 6O2                              6O2 +6H2O+ Energi

4.  Amilum
Amilum merupakan karbohidrat dari golongan polisakarida, sedangkan glukosa merupakan karbohidrat dari golongan monosakarida. Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan amilum dalam makanan dapat di uji dengan lugol, bila makanan yang kita tetesi lugol menjadi kehitam-hitaman, maka makanan tersebut mengandung amilum. Fungsi karbohidrat, antara lain:
a.    Sebagai penghasil energi
b.    Sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan anggota tubuh. Di dalam sel, terutama bagian gen yang berada di dalam inti sel tersusun dari karbohidrat yang beratom c lima.
c.     Dapat menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh
d.    Berperan dalam pembentukan protein dan lemak
e.    Berperan dalam proses metabolisme tubuh
f.     Selulose dapat mencegah sembelit (susah buang air besar)
g.    Laktosa dapat membantu penyerapan unsur kalsium dari makanan

C. Alat dan Bahan

1.  Protein
            Alat:
1.      Mortar dan penumbuk
2.      Tabung reaksi
3.      Pipet tetes
4.      Batang pengaduk
5.      Rak tabung reaksi
Bahan:
1.      Larutan biuret
2.      Air/aquades
3.      Nasi
4.      Singkong ( singkong muntul) rebus
5.      Telur
6.      Susu bubuk
7.      Kelapa parut
8.      Apel

2.  Lemak
Alat:
1.      Mortar dan penumbuk
2.      Pipet tetes
3.      Kertas HVS/buram
Bahan:
1.      Air/aquades
2.      Nasi
3.      Singkong (singkong muntul) rebus
4.      Telur
5.      Susu bubuk
6.      Kelapa parut
7.      Apel

3.  Glukosa
Alat:
1.      Tabung reaksi
2.      Penjepit tabung reaksi
3.      Rak tabung reaksi
4.      Spirtus
5.      Korek api
6.      Mortar dan penumbuk
7.      Pipet tetes
Bahan:
1.      Larutan fehling A+B
2.      Air/ aquades
3.      Nasi
4.      Singkong ( singkong muntul) rebus
5.      Telur
6.      Susu bubuk
7.      Kelapa parut
8.      Apel

4.  Amilum
Alat:
1.      Mortar dan penumbuk
2.      Tabung reaksi
3.      Pipet tetes
4.      Batang pengaduk
5.      Rak tabung reaksi
Bahan:
1.      Larutan lugol
2.      Air/ aquades
3.      Nasi
4.      Singkong ( singkong muntul) rebus
5.      Telur
6.      Susu bubuk
7.      Kelapa parut
8.      Apel

D.     Langkah Kerja

1.  Protein
a.    Menyiapkan alat dan bahan.
b.    Menghaluskan semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.    Meletakkan 2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi keterangan nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.    Meneteskan 5 tetes larutan biuret pada setiap bahan makanan tersebut.
e.    Mengamati perubahan warna yang terjadi pada setiap bahan makanan.
f.     Mencatat hasil pengamatan.
g.    Mengambil hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.

2.  Lemak
a.   Menyiapkan alat dan bahan.
b.   Menghaluskan semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.    Membuat kotak-kotak berukuran 5x5 pada kertas HVS/Buram.
d.   Mengoleskan bahan makanan diatas kotak-kotak tersebut dan diberi keterangan, kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari.
e.   Mengamati perubahan yang terjadi. Jika mengandung lemak maka kertas akan tampak transparan.
f.     Mencatat hasil pengamatan
g.   Mengambil hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.

3.  Glukosa
a.    Menyiapkan alat dan bahan.
b.    Menghaluskan semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.    Meletakkan 2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi keterangan nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.    Meneteskan 5 tetes larutan fehling A+B pada setiap bahan makanan tersebut.
e.    Memanaskan tabung reaksi  tersebut diatas spiritus sambil diaduk-aduk pelan-pelan.
f.     Mengamati perubahan yang terjadi.
g.    Mencatat hasil pengamatan.
h.    Mengambil hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.

4.  Amilum
a.    Menyiapkan alat dan bahan.
b.    Menghaluskan semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.    Meletakkan 2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi keterangan nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.    Meneteskan 5 tetes larutan lugol pada setiap bahan makanan tersebut.
e.    Mengamati perubahan yang terjadi.
f.     Mencatat hasil pengamatan.
g.    Mengambil hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.

E.  Data Hasil Pengamatan

1.  Protein
No
Bahan makanan
Warna sebelum ditetesi larutan
Warana sesudah ditetesi larutan
1
Nasi
Putih
Biru
2
Ketela x
Putih
Biru + cincin ungu
3
Kelapa
Putih
Biru + cincin ungu
4
Apel
Kuning pekat
Biru + cincin ungu
5
Susu
Putih
Biru + cincin ungu
6
Telur
Kuning
Biru + cincin ungu

2.  Lemak
No

Bahan makanan
Perubahan yang terjadi
1
Nasi
Tidak transparan
2
Ketela x
Sedikit transparan
3
Kelapa
Transparan
4
Apel
Tidak transparan
5
Susu
Transparan
6
Telur
Transparan

3.  Glukosa
No
Bahan makanan
Warna sebelum dipanasi
Warana sesudah dipanasi
1
Nasi
Putih
Biru
2
Ketela x
Putih
Hijau
3
Kelapa
Putih
Putih
4
Apel
Kuning pekat
Merah bata
5
Susu
Putih
Hijau
6
Telur
Kuning
Kuning ada ungunya
4.  Amilum
No
Bahan makanan
Warna sebelum ditetesi larutan
Warana sesudah ditetesi larutan
1
Nasi
Putih
Biru kehitaman
2
Ketela x
Putih
Biru kehitaman
3
Kelapa
Putih
Kuning
4
Apel
Kuning pekat
Orange kekuningan
5
Susu
Putih
Kuning
6
Telur
Kuning
Orange Kuningan

F.  Analisis Data

Larutan yang mengandung protein ketika ditetesi larutan biuret akan ada cincin ungunya. Sampel yang mengandung protein adalah ketela x, kelapa, apel, susu, telur. Larutan yang mengandung lemak ketika diteteskan/dioleskan ke kertas buram akan berwarna transparan. Sampel yang mengandung lemak adalah ketela x, kelapa, susu, telur.
Larutan yang mengandung glukosa ketika ditetesi larutan fehlin A+B akan berwarna hijau atau merah bata. Sampel yang mengandung glukosa adalah susu, ketela x, apel. Larutan yang mengandung amilum ketika ditetesi larutan lugol akan berwarna biru kehitaman. Sampel yang mengandung amilum adalah nasi dan ketela x.

G.     Pembahasan

Terjadi perbedaan warna pada setiap bahan makanan
Bahan makanan
Ditetesi larutan biuret
Ditetesi larutan fehling A+B
Ditetesi larutan lugol
Nasi
Biru
Biru
Biru kehitaman
Ketela x
Biru+cincin ungu
Hijau
Biru kehitaman
Kelapa
Biru+cincin ungu
Putih
Kuning
Apel
Biru+cincin ungu
Merah bata
Orange kekuningan
Susu
Biru+cincin ungu
Hijau
Kuning
Telur
Biru+cincin ungu
Kuning ada ungunya
Orange Kuningan

Bahan makanan yang mengandung amilum adalah nasi dan ketela x. Bahan makanan yang mengandung lemak adalah ketela x, kelapa, susu, telur. Pada tabung protein terjadi perubahan warna yaitu terdapat cincin berwarna ungu hal ini terjadi karena ditetesi larutan biuret.
Pada tabung glukosa terjadi perubahan warna yaitu hijau atau merah bata hal ini terjadi karena ditetesi larutan fehling A+B. Pada tabung amilum terjadi perubahan warna yaitu biru kehitaman hal ini terjadi karena ditetesi larutan lugol. Bahan makanan yang mengandung glukosa adalah susu, ketela x, apel. Bahan makanan yang mengandung protein adalah ketela x, kelapa, apel, susu, telur.

H.Kesimpulan

·      Nasi mengandung amilum hal ini dibuktikan setelah ditetesi lugo berwarna biru kehitaman.
·      Ketela x mengandung lemak, protein, glukosa, dan amilum.
·      Apel mengandung protein dan glukosa.
·      Susu mengandung protein, lemak, glukosa.
·      Telur mengandung protein dan lemak.

I.    Daftar Pustaka

Zulpadli, Rahmat. 2013. Zat-zat yang terkandung didalam makanan. http://naturalisi.blogspot.co.id/2013/02/zat-makanan.html . Diakses pada tanggal 17 November 2015.
Narra, Gustin. 2015. Uji makanan yang mengandung protein, amilum, lemak, dan glukosa. https://gustinnarra38.wordpress.com/2015/03/05/uji-bahan-makanan-yang-mengandung-protein-amilum-lemak-dan-glukosa/. Diakses pada tanggal 18 November 2015.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Posts

Pages

oufaray's blog. Powered by Blogger.

Tumblr

Ads 300 x 250

Popular Posts