Laporan Praktikum
“Uji Makanan”
A.Tujuan
Membuktikan adanya kandungan zat
makanan dalam bahan-bahan makanan.
B. Landasan
Teori
1. Protein
Protein merupakan senyawa organik kompleks yang
terdiri atas unsur C, H, O dan kadang-kadang mengandung unsur S dan P (belerang
dan fosfor). Jenis protein ada dua, yaitu protein hewani dan protein nabati.
Protein hewani antara lain berasal dari ikan, susu, daging, telur dan
lain-lain, sedangkan protein nabati diperoleh dari biji-bijian,
kacang-kacangan, dan juga sayuran. Protein hewani lebih baik daripada protein
nabati karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, baik macam dan
jumlahnya, sehingga disebut protein yang sempurna.
Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi
kebutuhannya berbeda-beda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung dari
usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi kesehatan, iklim, dan
lain-lain.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya
kandungan proteindengan cara meneteskan larutan biuret. Jika larutan ada cicin
ungu berarti larutan mengandung protein. Pada dasarnya protein memiliki fungsi
di dalam tubuh, antara lain:
a. Menghasilkan energi dan kalori, kalori yang
dihasilkan dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori;
b. Sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak;
c. Untuk membantu pertumbuhan tubuh;
d. Sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga
keseimbangan asam dan basa;
e. Dapat membentuk enzim, hormon, dan pigmen;
f. Membantu proses metabolisme tubuh.
2. Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang
mengandung unsur-unsur C, H, O (karbon, hidrogen, dan oksigen) dan
kadang-kadang P dan N (fosfor dan nitrogen). Lemak tidak dapat larut alam air,
melainkan larut dalam kloroform, eter, dan minyak tanah. Sumber lemak bisa
berasal dari tumbuhan yang disebut lemak nabati. Lemak nabati bisa diperoleh
dari makanan, antara lain kelapa, minyak kelapa, kacang-kacangan, kedelai,
avokad, zaitun, dan lain-lain. Sedangkan lemak hewani bisa diperoleh dari
daging, susu, mentega, telur, ikan, dan sebagainya.
Kebutuhan lemak setiap hari untuk seseorang
kurang lebih 1 gram setiap kilogram berat badan.
Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya
kandungan lemak dalam makanan dapat di uji dengan kertas buram, jika setelah
kertas kering terdapat noda transparan maka dapat dikatakan makanan yang di uji
mengandung lemak. Lemak mempunyai peran, antara lain:
a. Untuk menghasilkan kalori atau energi, bahkan
energi yang dihasilkan lemak lebih tinggi dibandingkan karbohidrat;
b. Sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain,
vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain vitamin A, D, E dan K;
c. Untuk membangun bagian-bagian tertentu dari
sel. Bagian sel yang tersusun dari lemak adalah membran sel;
d. Dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah;
e. Sebagai bantalan lemak dan pelindung organ
dalam, misalnya jantung dan lambung.
3. Glukosa
Glukosa merupakan
bentuk karbohidrat paling sedehana dengan rumus kimia C6H12O6.
Glukosa merupakan sumber energi instan karena siap diasimilasikan dalam
tubuh dan menyediakan energi dengan cepat. Oksidasi glukosa selama respirasi
menghasilkan berbagaikegiatan metabolik .
C6H12O6
+ 6O2 6O2
+6H2O+ Energi
4.
Amilum
Amilum merupakan karbohidrat dari golongan
polisakarida, sedangkan glukosa merupakan karbohidrat dari golongan
monosakarida. Untuk mengetahui dan membuktikan ada tidaknya kandungan amilum dalam
makanan dapat di uji dengan lugol, bila makanan yang kita tetesi lugol menjadi
kehitam-hitaman, maka makanan tersebut mengandung amilum. Fungsi karbohidrat,
antara lain:
a. Sebagai penghasil energi
b. Sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan
anggota tubuh. Di dalam sel, terutama bagian gen yang berada di dalam inti sel
tersusun dari karbohidrat yang beratom c lima.
c. Dapat menjaga keseimbangan asam dan basa dalam
tubuh
d. Berperan dalam pembentukan protein dan lemak
e. Berperan dalam proses metabolisme tubuh
f. Selulose dapat mencegah sembelit (susah buang
air besar)
g. Laktosa dapat membantu penyerapan unsur kalsium
dari makanan
C. Alat
dan Bahan
1.
Protein
Alat:
1.
Mortar
dan penumbuk
2.
Tabung
reaksi
3.
Pipet
tetes
4.
Batang
pengaduk
5.
Rak
tabung reaksi
Bahan:
1.
Larutan
biuret
2.
Air/aquades
3.
Nasi
4.
Singkong
( singkong muntul) rebus
5.
Telur
6.
Susu
bubuk
7.
Kelapa
parut
8.
Apel
2.
Lemak
Alat:
1.
Mortar
dan penumbuk
2.
Pipet
tetes
3.
Kertas
HVS/buram
Bahan:
1.
Air/aquades
2.
Nasi
3.
Singkong
(singkong muntul) rebus
4.
Telur
5.
Susu
bubuk
6.
Kelapa
parut
7.
Apel
3.
Glukosa
Alat:
1.
Tabung
reaksi
2.
Penjepit
tabung reaksi
3.
Rak
tabung reaksi
4.
Spirtus
5.
Korek api
6.
Mortar
dan penumbuk
7.
Pipet tetes
Bahan:
1.
Larutan
fehling A+B
2.
Air/
aquades
3.
Nasi
4.
Singkong
( singkong muntul) rebus
5.
Telur
6.
Susu
bubuk
7.
Kelapa
parut
8.
Apel
4.
Amilum
Alat:
1.
Mortar
dan penumbuk
2.
Tabung
reaksi
3.
Pipet
tetes
4.
Batang
pengaduk
5.
Rak
tabung reaksi
Bahan:
1.
Larutan
lugol
2.
Air/
aquades
3.
Nasi
4.
Singkong
( singkong muntul) rebus
5.
Telur
6.
Susu
bubuk
7.
Kelapa
parut
8.
Apel
D.
Langkah Kerja
1.
Protein
a.
Menyiapkan
alat dan bahan.
b.
Menghaluskan
semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.
Meletakkan
2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi
keterangan nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.
Meneteskan
5 tetes larutan biuret pada setiap bahan makanan tersebut.
e.
Mengamati
perubahan warna yang terjadi pada setiap bahan makanan.
f.
Mencatat
hasil pengamatan.
g.
Mengambil
hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.
2.
Lemak
a.
Menyiapkan
alat dan bahan.
b.
Menghaluskan
semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.
Membuat
kotak-kotak berukuran 5x5 pada kertas HVS/Buram.
d.
Mengoleskan
bahan makanan diatas kotak-kotak tersebut dan diberi keterangan, kemudian
mengeringkannya dibawah sinar matahari.
e.
Mengamati
perubahan yang terjadi. Jika mengandung lemak maka kertas akan tampak
transparan.
f.
Mencatat
hasil pengamatan
g.
Mengambil
hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.
3.
Glukosa
a.
Menyiapkan
alat dan bahan.
b.
Menghaluskan
semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.
Meletakkan
2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi keterangan
nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.
Meneteskan
5 tetes larutan fehling A+B pada setiap bahan makanan tersebut.
e.
Memanaskan
tabung reaksi tersebut diatas spiritus
sambil diaduk-aduk pelan-pelan.
f.
Mengamati
perubahan yang terjadi.
g.
Mencatat
hasil pengamatan.
h.
Mengambil
hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.
4. Amilum
a.
Menyiapkan
alat dan bahan.
b.
Menghaluskan
semua bahan makanan menggunakan mortar, lalu menambahkan sedikit aquades.
c.
Meletakkan
2 cm bahan makanan yang sudah dihaluskan pada tabung reaksi dan memberi
keterangan nama pada tabung. Mencatat warna setiap bahan makanan.
d.
Meneteskan
5 tetes larutan lugol pada setiap bahan makanan tersebut.
e.
Mengamati
perubahan yang terjadi.
f.
Mencatat
hasil pengamatan.
g.
Mengambil
hasil gambar dengan kamera sebagai dokumentasi.
E. Data
Hasil Pengamatan
1.
Protein
No
|
Bahan makanan
|
Warna sebelum ditetesi larutan
|
Warana sesudah ditetesi larutan
|
1
|
Nasi
|
Putih
|
Biru
|
2
|
Ketela x
|
Putih
|
Biru
+ cincin ungu
|
3
|
Kelapa
|
Putih
|
Biru
+ cincin ungu
|
4
|
Apel
|
Kuning
pekat
|
Biru
+ cincin ungu
|
5
|
Susu
|
Putih
|
Biru
+ cincin ungu
|
6
|
Telur
|
Kuning
|
Biru
+ cincin ungu
|
2.
Lemak
No
|
Bahan makanan
|
Perubahan yang terjadi
|
1
|
Nasi
|
Tidak transparan
|
2
|
Ketela x
|
Sedikit transparan
|
3
|
Kelapa
|
Transparan
|
4
|
Apel
|
Tidak transparan
|
5
|
Susu
|
Transparan
|
6
|
Telur
|
Transparan
|
3.
Glukosa
No
|
Bahan makanan
|
Warna sebelum dipanasi
|
Warana sesudah dipanasi
|
1
|
Nasi
|
Putih
|
Biru
|
2
|
Ketela x
|
Putih
|
Hijau
|
3
|
Kelapa
|
Putih
|
Putih
|
4
|
Apel
|
Kuning pekat
|
Merah bata
|
5
|
Susu
|
Putih
|
Hijau
|
6
|
Telur
|
Kuning
|
Kuning ada ungunya
|
4.
Amilum
No
|
Bahan makanan
|
Warna sebelum ditetesi larutan
|
Warana sesudah ditetesi larutan
|
1
|
Nasi
|
Putih
|
Biru kehitaman
|
2
|
Ketela x
|
Putih
|
Biru kehitaman
|
3
|
Kelapa
|
Putih
|
Kuning
|
4
|
Apel
|
Kuning pekat
|
Orange kekuningan
|
5
|
Susu
|
Putih
|
Kuning
|
6
|
Telur
|
Kuning
|
Orange Kuningan
|
F. Analisis
Data
Larutan yang mengandung
protein ketika ditetesi larutan biuret akan ada cincin ungunya. Sampel yang
mengandung protein adalah ketela x, kelapa, apel, susu, telur. Larutan yang
mengandung lemak ketika diteteskan/dioleskan ke kertas buram akan berwarna
transparan. Sampel yang mengandung lemak adalah ketela x, kelapa, susu, telur.
Larutan yang
mengandung glukosa ketika ditetesi larutan fehlin A+B akan berwarna hijau atau
merah bata. Sampel yang mengandung glukosa adalah susu, ketela x, apel. Larutan
yang mengandung amilum ketika ditetesi larutan lugol akan berwarna biru
kehitaman. Sampel yang mengandung amilum adalah nasi dan ketela x.
G.
Pembahasan
Terjadi
perbedaan warna pada setiap bahan makanan
Bahan makanan
|
Ditetesi larutan biuret
|
Ditetesi larutan fehling A+B
|
Ditetesi larutan lugol
|
Nasi
|
Biru
|
Biru
|
Biru kehitaman
|
Ketela x
|
Biru+cincin ungu
|
Hijau
|
Biru kehitaman
|
Kelapa
|
Biru+cincin ungu
|
Putih
|
Kuning
|
Apel
|
Biru+cincin ungu
|
Merah bata
|
Orange kekuningan
|
Susu
|
Biru+cincin ungu
|
Hijau
|
Kuning
|
Telur
|
Biru+cincin ungu
|
Kuning ada ungunya
|
Orange Kuningan
|
Bahan makanan yang mengandung amilum adalah nasi dan
ketela x. Bahan makanan yang mengandung lemak adalah ketela x, kelapa, susu,
telur. Pada tabung protein terjadi perubahan warna yaitu terdapat cincin
berwarna ungu hal ini terjadi karena ditetesi larutan biuret.
Pada tabung glukosa
terjadi perubahan warna yaitu hijau atau merah bata hal ini terjadi karena
ditetesi larutan fehling A+B. Pada tabung amilum terjadi perubahan warna yaitu
biru kehitaman hal ini terjadi karena ditetesi larutan lugol. Bahan makanan
yang mengandung glukosa adalah susu, ketela x, apel. Bahan makanan yang
mengandung protein adalah ketela x, kelapa, apel, susu, telur.
H.Kesimpulan
· Nasi mengandung amilum hal ini dibuktikan
setelah ditetesi lugo berwarna biru kehitaman.
· Ketela x mengandung lemak, protein, glukosa,
dan amilum.
· Apel mengandung protein dan glukosa.
· Susu mengandung protein, lemak, glukosa.
· Telur mengandung protein dan lemak.
I.
Daftar Pustaka
Zulpadli, Rahmat.
2013. Zat-zat yang terkandung didalam makanan. http://naturalisi.blogspot.co.id/2013/02/zat-makanan.html
. Diakses pada tanggal 17 November 2015.
Narra, Gustin. 2015. Uji makanan yang
mengandung protein, amilum, lemak, dan glukosa. https://gustinnarra38.wordpress.com/2015/03/05/uji-bahan-makanan-yang-mengandung-protein-amilum-lemak-dan-glukosa/.
Diakses pada tanggal 18 November 2015.
0 comments:
Post a Comment